APBN Terus Bekerja di Awal 2026, Mendukung Aktivitas Ekonomi dan Kebutuhan Masyarakat


KODEINDONESIA BONE-- Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan konferensi pers untuk merilis kinerja APBN regional Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 (posisi s.d. 28 Februari 2026) pada Senin, 30 Maret 2026.

Kinerja APBN menunjukkan kondisi yang solid dan resilien, dengan pendapatan negara tercatat sebesar Rp2,11 triliun atau 11,45% dari target. Penerimaan perpajakan didominasi oleh PPh dan PPN yang mencapai Rp1,63 triliun, sedangkan PNBP didominasi oleh penerimaan BLU sebesar Rp413,22 miliar.

Realisasi belanja negara mencapai Rp8,18 triliun atau 16,10% dari pagu, yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat kualitas pelayanan publik. Transfer ke Daerah mencapai Rp5,97 triliun atau 22,32%, didominasi oleh penyaluran DAU sebesar Rp4,33 triliun.

Berbagai program pemerintah terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, seperti Makan Bergizi Gratis, pendirian Gerai Koperasi Merah Putih Aktif, penyaluran FLPP, produksi padi untuk program Ketahanan Pangan, dan realisasi Sekolah Rakyat.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Prov. Sulsel, Martha Octavia, menyatakan bahwa APBN menunjukkan peran yang semakin nyata dalam menjaga stabilitas dan mendorong aktivitas ekonomi. Dukungan belanja yang progresif serta penyaluran transfer dan pembiayaan yang tepat sasaran menjadi modal penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Komentar

Berita Terkini